Sousou no Frieren Episode 12
Episode 12 tv

Sousou no Frieren /
Posted by bakayaro /
2 tahun yang lalu
- ApolloHydraxExpandTurn on LightBagikanKomentar473 Dilihat
Tips :
- Player Streaming bermasalah / buffering terus? Silahkan Klik di Sini untuk baca artikel cara gantinya.
- Cara Download Anime di AstronimeID.
- Link Rusak / Tidak bisa di play? silahkan Kirim Pesan langsung di Astrochat / Discord.
- Klik disini untuk mengatasi kendala yang mungkin kamu alami.

9.39 / 683,938
Sinopsis
Selama pencarian mereka selama satu dekade untuk mengalahkan Raja Iblis, para anggota kelompok pahlawan—Himmel sendiri, pendeta Heiter, prajurit kurcaci Eisen, dan penyihir elf Frieren—menjalin ikatan melalui petualangan dan pertempuran, menciptakan kenangan berharga yang tak terlupakan bagi sebagian besar orang. di antaranya.
Namun, waktu yang dihabiskan Frieren bersama rekan-rekannya hanya setara dengan sebagian kecil dari hidupnya, yang telah berlangsung lebih dari seribu tahun. Ketika partainya bubar setelah kemenangan mereka, Frieren dengan santai kembali ke rutinitas "biasa" mengumpulkan mantra di seluruh benua. Karena perasaannya terhadap waktu yang berbeda, dia tampaknya tidak memiliki perasaan yang kuat terhadap pengalaman yang dia lalui.
Seiring berlalunya waktu, Frieren perlahan-lahan menyadari bagaimana hari-harinya di pesta pahlawan benar-benar memengaruhi dirinya. Menyaksikan kematian dua mantan temannya, Frieren mulai menyesal telah menganggap remeh kehadiran mereka; dia bersumpah untuk lebih memahami manusia dan menciptakan hubungan pribadi yang nyata. Meski kisah perjalanan yang penuh kenangan itu telah lama berakhir, kisah baru akan segera dimulai.
[Ditulis oleh MAL Penulisan Ulang]
Namun, waktu yang dihabiskan Frieren bersama rekan-rekannya hanya setara dengan sebagian kecil dari hidupnya, yang telah berlangsung lebih dari seribu tahun. Ketika partainya bubar setelah kemenangan mereka, Frieren dengan santai kembali ke rutinitas "biasa" mengumpulkan mantra di seluruh benua. Karena perasaannya terhadap waktu yang berbeda, dia tampaknya tidak memiliki perasaan yang kuat terhadap pengalaman yang dia lalui.
Seiring berlalunya waktu, Frieren perlahan-lahan menyadari bagaimana hari-harinya di pesta pahlawan benar-benar memengaruhi dirinya. Menyaksikan kematian dua mantan temannya, Frieren mulai menyesal telah menganggap remeh kehadiran mereka; dia bersumpah untuk lebih memahami manusia dan menciptakan hubungan pribadi yang nyata. Meski kisah perjalanan yang penuh kenangan itu telah lama berakhir, kisah baru akan segera dimulai.
[Ditulis oleh MAL Penulisan Ulang]
